IWA Blog

EKSKALASI KONSEKUENSI

EKSKALASI KONSEKUENSI

EKSKALASI KONSEKUENSI
Source: Hacking Your Mind Book
By Galatia Chandra

Ada 4 orang mahasiswa yang kebetulan telat ikut ujian semester karena bangun kesiangan.

Mereka lantas menyusun strategi untuk kompak kasih alasan yang sama agar dosen mereka berbaik hati memberi ujian susulan.

Mahasiswa A: pak, maaf kami telat ikut ujian semester
mahasiswa B: iya pak. Kami berempat naik angkot yang sama & ban angkotnya meletus.
Mahasiswa C: iya kami kasihan sama supirnya. Jadinya kami bantu dia pasang ban baru.
mahasiswa D: oleh karena itu kami mohon kebaikan hati bapak agar kami bisa mengikuti ujian susulan.

Sang dosen berpikir sejenak & akhirnya memperbolehkan mereka ikut ujian susulan.

Keesokan hari ujian susulan dilaksanakan, tapi keempat mahasiswa diminta mengerjakan ujian di 4 ruangan yang berbeda. “Ah, mungkin biar tidak menyontek,” pikir para mahasiswa. Ternyata ujiannya cuma ada 2 soal. Dengan ketentuan mereka baru diperbolehkan melihat & mengerjakan soal kedua setelah selesai mengerjakan soal pertama.

Soal pertama sangat mudah dengan bobot nilai 10. Keempat mahasiswa mengerjakan dengan senyum-senyum.

Giliran membaca soal kedua dengan bobot nilai 90. Keringat dingin pun mulai bercucuran.
Di soal kedua tertulis:

“Kemarin, ban angkot sebelah mana yang meletus?”

Semua tindakan manusia pasti ada konsekuensinya. Jika seseorang melakukan kebohongan, suatu ketika kebohongan tersebut pasti akan terkuak dan akan ada konsekuensinya bagi dirinya.

Setiap hari setiap manusia punya pilihan beratus-ratus kali: apakah Ia akan bohong ataukah berkata jujur. Kebohongan itu terkadang muncul begitu saja tanpa dipikirkan, dan seringkali tidak menghiraukan dampak yang terjadi ketika kebohongan itu terkuak. Padahal kebohongan walaupun skalanya kecil bisa berdampak finansial yang cukup besar demikian juga dampak lainnya seperti hubungan menjadi renggang, Integritas serta reputasi yang hancur.

Jika kita sudah melakukan kesalahan, jangan berusaha berbohong untuk menutupinya. Karena dengan berbohong seperti itu, kita sesungguhnya menjerumuskan diri kita pada kesalahan yang kedua. Bersikaplah gentleman. Akui kesalahan. Kembalilah ke sikap yang positif.

Terimalah konsekuensi atas kesalahan / kelalaian kita. Sebab semakin kita berbohong, semakin kita mengekskalasi Konsekuensi yang semula ringan menjadi berat.

“A single lie destroys a whole reputation of integrity.” Baltasar Gracian

Have a GREAT DAY! GC

Source: Hacking Your Mind Book
By Galatia Chandra

Ada 4 orang mahasiswa yang kebetulan telat ikut ujian semester karena bangun kesiangan.

Mereka lantas menyusun strategi untuk kompak kasih alasan yang sama agar dosen mereka berbaik hati memberi ujian susulan.

Mahasiswa A: pak, maaf kami telat ikut ujian semester
mahasiswa B: iya pak. Kami berempat naik angkot yang sama & ban angkotnya meletus.
Mahasiswa C: iya kami kasihan sama supirnya. Jadinya kami bantu dia pasang ban baru.
mahasiswa D: oleh karena itu kami mohon kebaikan hati bapak agar kami bisa mengikuti ujian susulan.

Sang dosen berpikir sejenak & akhirnya memperbolehkan mereka ikut ujian susulan.

Keesokan hari ujian susulan dilaksanakan, tapi keempat mahasiswa diminta mengerjakan ujian di 4 ruangan yang berbeda. “Ah, mungkin biar tidak menyontek,” pikir para mahasiswa. Ternyata ujiannya cuma ada 2 soal. Dengan ketentuan mereka baru diperbolehkan melihat & mengerjakan soal kedua setelah selesai mengerjakan soal pertama.

Soal pertama sangat mudah dengan bobot nilai 10. Keempat mahasiswa mengerjakan dengan senyum-senyum.

Giliran membaca soal kedua dengan bobot nilai 90. Keringat dingin pun mulai bercucuran.
Di soal kedua tertulis:

“Kemarin, ban angkot sebelah mana yang meletus?”

Semua tindakan manusia pasti ada konsekuensinya. Jika seseorang melakukan kebohongan, suatu ketika kebohongan tersebut pasti akan terkuak dan akan ada konsekuensinya bagi dirinya.

Setiap hari setiap manusia punya pilihan beratus-ratus kali: apakah Ia akan bohong ataukah berkata jujur. Kebohongan itu terkadang muncul begitu saja tanpa dipikirkan, dan seringkali tidak menghiraukan dampak yang terjadi ketika kebohongan itu terkuak. Padahal kebohongan walaupun skalanya kecil bisa berdampak finansial yang cukup besar demikian juga dampak lainnya seperti hubungan menjadi renggang, Integritas serta reputasi yang hancur.

Jika kita sudah melakukan kesalahan, jangan berusaha berbohong untuk menutupinya. Karena dengan berbohong seperti itu, kita sesungguhnya menjerumuskan diri kita pada kesalahan yang kedua. Bersikaplah gentleman. Akui kesalahan. Kembalilah ke sikap yang positif.

Terimalah konsekuensi atas kesalahan / kelalaian kita. Sebab semakin kita berbohong, semakin kita mengekskalasi Konsekuensi yang semula ringan menjadi berat.

“A single lie destroys a whole reputation of integrity.” Baltasar Gracian

Have a GREAT DAY! GC

Previous Post

JUMP LIKE A RABBIT

Next Post

COMPASSION

Leave a Comment

mahjong ways gacor

situs slot777 online