IWA Blog

SETARA

SETARA

“Whether you think you can, or you think you can’t – you’re right!” Ketika kamu berpikir kamu mampu atau kamu berpikir kamu tidak mampu – kamu benar!” Henry Ford.

Beberapa orang pekerja wanita tampak asyik berbincang-bincang saat jam makan siang. Lisna yang sehari-hari bekerja di bagian pemasaran berkata: “Boss kita itu benar-benar tidak manusiawi deh, masa ia tidak mau mengerti bahwa setiap bulannya, wanita itu harus mengalami sakit datang bulan! Kan wajar kalo aku tidak masuk sekali-sekali karena haid. Bagaimana aku harus ke lapangan kalo badanku lemas dan terkadang pusing kaya begitu? Benar-benar dia tidak adil dan pengertian sama sekali pada wanita!”

Mieke: “Iya betul tuh Lis… Aku juga ditegor sama boss karena sering datang terlambat, padahal aku harus mengurus anak-anakku dulu sebelum mereka berangkat sekolah. Dia ga pernah mau mengerti loh. Payah deh!”

Bu Sopiah yang dari tadi duduk semeja dengan mereka dan mendengarkan percakapan mereka, menghentikan makan siangnya. Ia berkata pada Lisna dan Mieke: “Haduhhh kalian ini membuat malu wanita saja. Raden Ajeng Kartini sudah susah payah memperjuangkan kesetaraan wanita dengan pria. Kamu malahan merusaknya!”

Lisna dan Mieke pun terkejut: “Waduh maksudnya bagaimana Bu Sopiah?”

“Lah ketika kamu mau diperlakukan berbeda oleh boss karena kamu wanita, maka itu artinya tidak ada lagi kesetaraan bukan? Atau dengan kata lain, wanita itu tidak bisa menjadi hebat karena banyak keterbatasan-keterbatasan seperti yang kamu bilang. Dengan begitu karir kamu juga akan dibatasi, gaji kamu juga akan dibatasi karena kamu wanita. Apa memang kalian mau dibegitukan?”

Bu Sopiah melanjutkan: “Kamu harus belajar dari para wanita suku Tengger yang perkasa. Mereka tinggal di Gunung Bromo yang sangat dingin, jika kamu berjalan mendaki gunung itu di pagi-pagi buta. Kamu terkadang bisa berjumpa dengan nenek-nenek yang diusia sekitar 60 tahun, mereka masih perkasa mengangkat tumpukan kayu pohon dan sayuran dipundaknya.

Coba bayangkan… Mengangkat tumpukan kayu pohon yang berat, di pagi buta yang sangat dingin dengan hanya berselimutkan sarung dan para wanita itu harus mendaki gunung bromo menggunakan jarit Kebaya serta tidak menggunakan alas kaki sama sekali. Di usia muda dan bahkan untuk pria saja rasanya sudah sulit, apalagi wanita itu sudah cukup uzur usianya.”

“Ya, wanita tengger itu mempunyai tradisi yang sama seperti pria untuk melaksanakan Setya Laksana. Dimana ia diharuskan untuk bertanggung jawab melaksanakan kewajiban yang dibebankan oleh adat (Ayu Sutarto, 2003: 40). Dimana ketika wanita tersebut sudah menikah dengan pria ia dituntut untuk mengabdi secara total untuk kepentingan keluarga sehingga keluarganya dapat memperoleh WALIMA: “Waras (Sehat Jasmani dan Rohani), Wareg (Cukup makan), Wastra (Cukup sandang), Wasis (Cukup ilmu pengetahuan) dan wisma (Tempat tinggal yang layak)”, kalian harus belajar dari mereka.”

“Terlebih lagi, jika kamu liat sekarang, atas perjuang ibu Kartini, maka wanita di Indonesia sudah memperoleh kesetaraan Gender. Jadi janganlah dirusak oleh rengekan kalian yang meminta agar wanita diistimewakan dan dibedakan, saya bukan bilang bahwa kerja pada masa haid itu mudah… Tapi kita harus taklukkan rasa malas kita dengan mental Tangguh.” seru bu Sopiah menutup ceritanya.

Ya… Di era Pasca Kartini seperti sekarang ini… ada banyak wanita-wanita hebat yang kemampuannya bahkan berada di atas para pria. Ada yang menjadi Menteri Sri Mulyani yang fenomenal, ada yang menjadi motivator seperti Merry Riana yang menginspirasi jutaan manusia, ada pahlawan-pahlawan seperti Cut Nyak Dien dan banyak lagi wanita-wanita hebat yang tidak dapat disebutkan satu persatu.

Mengapa wanita perkasa ini mampu? Semuanya sesungguhnya terpulang pada mentalitas diri setiap umat manusia. Apakah mentalitas yang ada itu cukup tangguh atau tidak? Jika berpikir mampu pasti mampu! Kita semua setara…

“I raise up my voice – not so I can shout, but so that those without a voice can be heard. … We cannot succeed when half of us are held back.” – Malala Yousafzai

Selamat Hari Kartini in advance! GC

Previous Post

KOMPAK

Next Post

SAVE OUR EARTH HARI BUMI – 22...

Leave a Comment

mahjong ways gacor

situs slot777 online