Krisis panjang di Venezuela menjadi pengingat keras bahwa nilai properti tidak hanya ditentukan oleh lokasi dan bangunan, tetapi juga oleh stabilitas sebuah negara. Di tengah sorotan global, peristiwa ini memperlihatkan bagaimana aset properti bernilai tinggi bisa tergerus drastis ketika inflasi tak terkendali dan kepastian hukum melemah.
Anjloknya harga apartemen hingga puluhan persen, lumpuhnya sistem KPR, serta hilangnya daya beli masyarakat menjadi pelajaran penting bagi investor di mana pun berada. Properti bukan sekadar aset fisik, melainkan cerminan kepercayaan terhadap sistem ekonomi dan kebijakan negara.
Lalu, bagaimana dengan Indonesia? Apa yang perlu diantisipasi agar investasi tetap aman di tengah dinamika global?