RUMAH SUBSIDI KINI MULAI BERGESER DARI MODEL HORIZONTAL KE VERTIKAL, KENAPA?


Harga tanah di perkotaan yang terus meningkat membuat pembangunan rumah tapak semakin menjauh dari pusat aktivitas ekonomi. Akibatnya, banyak pekerja harus menempuh perjalanan lebih jauh dengan biaya transportasi yang tidak sedikit.


Melalui konsep hunian vertikal, masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) diharapkan bisa mendapatkan tempat tinggal yang lebih strategis, dekat dengan pusat kerja, dan memiliki kualitas hidup yang lebih baik.


Meikarta di Cikarang menjadi salah satu lokasi percontohan karena berada di kawasan manufaktur terbesar yang menyerap jutaan tenaga kerja. Namun, tantangan terkait pengelolaan, transparansi, dan kualitas pembangunan tetap menjadi perhatian agar target penyelesaian pada 2028 dapat tercapai.


Hunian dekat tempat kerja, waktu tempuh lebih singkat, dan biaya komuter lebih hemat.

Menurutmu, mana yang lebih ideal: rusun dekat kantor atau rumah tapak di pinggiran?