IWA Blog

TIDAK BISA atau TIDAK MAU?

TIDAK BISA atau TIDAK MAU?

Pagi itu Maru bangun dengan suasana hati yang sangat kacau! “Enough is enough!” Katanya… “Aku sudah tidak bisa lagi! Persoalannya sudah terlalu banyak… Setinggi gunung! Aku Nyerah kalah!” Setelah ia mempertimbangkan beberapa saat. Ia pun akhirnya memutuskan untuk meninggalkan semua beban pekerjaan yang rasanya sudah tidak bisa diselamatkannya lagi.

Ia memutuskan untuk mengambil liburan menjumpai sahabatnya yang dulu merupakan mantan bossnya. Sekarang di masa pensiunnya ia tinggal di sebuah Lodge dekat sebuah hutan yang sangat asri dan nyaman. “Hallo, Boss boleh aku tinggal beberapa saat di Lodge kamu? Aku perlu istirahat beberapa saat di sana sebelum aku kirimkan surat pengunduran diriku dari perusahaan.”

Dibalik telefon sana, Bill yang merupakan mantan boss Maru menjawab: “Silahkan Maru, with my pleasure. Tetapi ingat ya.. Ini desa, jadi jangan mengharapkan segala sesuatunya tersedia. Bawa perlengkapan sport ya… Kita akan banyak berolah raga.

Singkat cerita Maru pun tiba di Lodge milik sahabatnya Bill. Bill pun menyambutnya dengan hangat. Ia persilahkan sahabatnya untuk masuk dan karena hari juga sudah mulai larut malam. Bill pun mengajak Maru untuk menyantap makan malam yang sederhana.

Pada saat makan itulah Maru menceritakan masalah-masalah kantor kepada Bill. Bill mendengarkan sambil mengangguk-angguk. Maru menceritakan betapa masalahnya itu ruwet sekali seperti benang kusut dan begitu banyak sekali. Sehingga rasanya tidak mungkin untuk bisa diselamatkan. Cara satu-satunya yang ia pikirkan dan yang termudah adalah ya meninggalkannya.

Bill tidak berkata apa-apa. Ia hanya mendengarkan dan mendengarkan. Hingga suatu ketika Bill berdiri sambil berkata. “Sudahlah sahabatku. Disini kan tidak ada pekerjaan, jadi buang jauh-jauh dulu pikiran tentang pekerjaan itu ya. Besok bangun pagi, bantu aku untuk membelah kayu bakar.

Pagi-pagi Maru di ajak menuju halaman belakang dimana setumpuk Balok kayu sudah tergeletak di sana. “Nah, kamu tolong belah kayu ini dengan kapak ya menjadi bongkahan-bongkahan kecil. Ini kan tumpukannya tidak seberapa. Tuntaskan ya… “

Kira-kira 1 jam kemudian, Maru pun menuntaskan pekerjaannya. Bill datang padanya dengan segelas susu dan makan pagi ala Amerika. Mereka pun sarapan sambil Bill menceritakan kehidupannya di Lodge tersebut.

Sebelum habis makan paginya. Bill bertanya pada Maru: “Kamu tadi waktu masuk ke Gudang saat menyimpan kayu-kayu bakar. Apakah Kamu lihat bahwa Gudang itu kosong? Dalam 1 minggu ini Gudang itu harus aku penuhi dengan kayu bakar. Bagaimana menurutmu? Saya harus kejar mengisinya dengan kayu bakar sebelum musim hujan yang akan terjadi senin depan”

Maru: “Ah… Impossible! Kamu gak akan bisa mengisinya Bill. Kecuali kamu kerja 24 jam sehari. Itu pun saya ragu apakah kamu akan berhasil menyelesaikannya.”

Bill: ‘Besok pagi kita akan kerjakan. Sekarang mari kita masuk ke hutan untuk berburu. Singkat cerita setelah kurang lebih 4 jam mereka berusaha mencari jejak hewan dan berburu. Akhirnya mereka pun berhasil membawa pulang seekor rusa yang besar sekali dan lumayan berat.

Bill: “Maru, menurutmu apakah kita bisa menghabiskan semua rusa ini berdua?”

Maru: “Ngak mungkin lah Bill. Mana muat perut kita?”

Bill: “Nah jawaban kamu itulah yang sesungguhnya terjadi dalam kehidupan kamu saat ini.” Kamu menghadapi MASALAH yang menurut kamu BESAR, lalu kamu mau menyelesaikannya saat ini juga dalam kurun waktu yang pendek. Mana bisa? Kita punya kapasitas kerja. Bekerjalah sesuai kapasitas kerja kita. Nah besok aku teruskan lagi… O iya, Besok bangun pagi ya. Kita perlu membelah kayu bakar lagi.”

Pagi-pagi, Bill sudah sibuk membuat sarapan pagi. Tidak berapa lama ada sekitar 5 orang pria datang ketempat Bill. Bill mengundang masuk mereka dan juga Maru untuk makan pagi bersama. Setelah itu mereka menuju halaman belakang untuk membelah kayu bakar. Sebelum membelah kayu bakar. Mereka pun mengasah kapak miliknya masing-masing agar tajam.

Lalu mereka pun bekerja hingga siang hari. Segera saja, Gudang kayu bakar tersebut penuh terisi kayu bakar tersebut. Lelah mereka bekerja, Bill segera saja mengeluarkan daging rusa yang sudah dibumbui untuk segera dipanggang menjadi steik yang nikmat.

…..

Di malam hari Bill mengajak Maru duduk di pendiangan. Ia berkata pada Bill, Hari ini aku harap kamu belajar banyak hal.

1. Sebelum kamu mulai melakukan usaha keras. Makan pagi yang merupakan sumber energi kamu harus optimum. Apa makan pagi yang dimaksud? Bukan hanya makanan jasmani saja tetapi juga makanan spiritual yang dapat membangun kekuatan di dalam diri kita untuk berkarya secara optimum.

2. Jangan lupa mengasah kapak mu. Agar selalu tajam. Membaca buku seringkali memberikan ide-ide brilian yang mempertajam daya pikir kita membuat solusi-solusi atas masalah-masalah kita.

3. Kamu tidak akan pernah dapat menyelesaikan permasalahan kamu seorang diri. Kerjasama team itu perlu. Kamu perlu merekrut orang yang tepat. Dengan menggunakan peralatan atau tools yang tepat.

Ketika kamu katakan tidak mungkin mengisi Gudang tersebut dengan kayu bakar. Kamu benar. Karena kamu mengukur dengan hasil yang kamu hasilkan dari ketrampilan kamu yang kurang, tenaga mu yang kurang, serta menggunakan tools yang kurang tajam. Serta dikerjakan hanya berdua.

4. Ketika kamu mengatakan bahwa tidak mungkin rusa tersebut habis dimakan hanya berdua. Kamu juga benar. Karena kamu memikirkannya bahwa daging tersebut dimakan SEKALIGUS pada TIMING WAKTU yang terbatas dan oleh orang dengan KAPASITAS terbatas. Kita bisa lihat bagaimana jika 5 laki-laki desa yang sudah bekerja keras membelah kayu bakar memakan daging tersebut? Jika saya tidak simpan sebagian barangkali kita tidak akan kebagian daging untuk kita santap esok hari hehehe….

Tidak ada di dunia ini MASALAH BESAR yang TIDAK BISA diselesaikan yang ada adalah orang yang menghadapi masalah tersebut TIDAK MAU menyelesaikannya. MASALAH SEBESAR apa pun jika kita bagi-bagi menjadi masalah-masalah dengan ukuran lebih kecil dan dibagi dengan waktu. Maka pasti bisa diselesaikan.

Ingatlah juga bahwa MASALAH tidak akan bisa diselesaikan oleh kita seorang diri. MASALAH akan lebih mudah diselesaikan dengan adanya keterlibatan TEAM. Ingat bahwa Masalah di rumah tangga juga perlu penyelesaian dari TEAM atau keterlibatan seluruh anggota keluarga.

Remember: ”The moment you’re ready to quit is usually the moment right before a miracle happens. Don’t Give Up!”

Have a GREAT Day! GC

Leave a Comment

mahjong ways gacor

situs slot777 online