IWA Blog

PREDIKSI & ASUMSI

PREDIKSI & ASUMSI

Di sebelah Utara Dakota di Amerika serikat pada zaman dahulu, tinggallah sebuah suku Lakota Sioux yang terkenal dengan kepala sukunya yang begitu pengalaman dalam melihat cuaca dan menebak apa yang akan terjadi di beberapa bulan yang akan datang. Apakah cuaca akan ekstrim atau tidak. Hujan atau tidak, dll.

Kepala suku ini sudah sangat tua dan pada akhirnya seperti yang semua orang duga, ia pun meninggal dunia. Para tetua adat pun berkumpul untuk menobatkan seseorang sebagai kepala suku. Setelah perundingan yang cukup alot akhirnya mereka sepakat untuk mengangkat anak laki-laki sang kepala suku yang merupakan seorang sarjana terdidik sebagai kepala suku mereka.

Akan tetapi kepala suku baru ini mempunyai sebuah masalah yaitu dia tidak mempunyai kemampuan untuk memprediksi masalah cuaca (Weather Forecast).

Waktu itu adalah musim gugur, masyarakatnya bertanya pada kepala suku yang baru tersebut. Apakah musim dingin yang akan datang nanti akan sangat dingin atau biasa-biasa saja. Kepala suku tersebut melihat langit namun dia tidak mengerti, apa yang akan terjadi dengan cuaca dingin nantinya.

Namun begitu, kepala suku baru ini tidak kehabisan akal. Dia lalu menggali dan mencari data tentang musim dingin tahun lalu yang ternyata musim dinginnya sangat-sangat buruk terjadi. Dengan keyakinan tinggi dia berkata bahwa “Musim dingin tahun ini akan sangat buruk terjadi, kumpulkan kayu2 untuk mempersiapkan diri menghadapi musim dingin.”

Namanya juga kepala suku millenial yang kekinian. Kepala suku tersebut mencoba mencari tau dari ahli cuaca yang ada di departemen prakiraan cuaca (weather forecast dept) milik pemerintah. Kepala suku itu pergi ke telp umum yang ada di desa itu. “Hallo, saya ingin bertanya, apakah musim dingin yang akan datang ini akan buruk?”

Sang ahli cuaca di seberang sana pun merespon bahwa kelihatannya musim dingin tahun ini akan berlangsung mengerikan. Percaya dengan perkataan sang ahli cuaca, maka sang kepala suku ini meminta rakyatnya untuk bekerja lebih giat lagi untuk mengumpulkan kayu-kayu bakar guna musim dingin yang tidak bersahabat di tahun ini.

Seminggu kemudian, kepala suku itu menghubungi kembali departemen pengawas cuaca tersebut. “Apakah musim dingin kali ini akan buruk?” demikian pertanyaan di telefon. “Yup, tahun ini akan sangat buruk” seru petugas diseberang sana. Kepala suku itu pun kembali menyerukan warganya agar mengumpulkan setiap kayu apa pun itu yang dapat ditemukan dan menimbunnya sebelum musim dingin tiba nanti.

Setelah dua minggu, ia kembali menelpon petugas pengawas cuaca tersebut. “Apakah kamu benar-benar yakin bahwa musim dingin tahun ini akan sangat dingin sekali?” pria di seberang telefon tersebut menjawab. “Ya saya yakin sekalI!”

“Bagaimana kamu bisa begitu yakin bahwa musim dingin kali ini akan sangat dingin sekali?” kata kepala suku tersebut. Dengan penuh keyakinan petugas cuaca itu berkata: “Kamu tahu suku Lakota Sioux yang tinggal di Dakota Utara? Mereka mengumpulkan kayu-kayu bakar seperti orang gila dan menumpuknya sampai tinggi sekali untuk mempersiapkan cuaca dingin. Mereka memiliki kepala suku yang hebat dalam memprediksi cuaca. Dari situlah saya mendapatkan keyakinan bahwa cuaca di musim dingin di tahun ini akan sangat-sangat buruk”

Hahaha…. Ya, Cerita ini memang lucu, tapi banyak sekali terjadi di dalam masyarakat kita. Sebagai contoh adalah tentang penelitian yang dilakukan di Jepang oleh Microsoft yang menyatakan bahwa pemotongan hari kerja dari 5 hari ke 4 hari kerja ternyata meningkatkan produktivitas karyawan sebesar 40% https://money.kompas.com/read/2019/11/05/060000926/kerja-4-hari-seminggu-produktivitas-karyawan-microsoft-jepang-naik-40-persen

Jika kita melakukan studi yang sama di perusahaan kita selama 1 tahun, apakah menurut teman-teman produktivitas akan meningkat dengan pemotongan 1 hari kerja setiap minggu? Jawabannya bisa jadi. Karena seluruh karyawan pasti akan termotivasi untuk menggoalkan keputusan tersebut. Wong mereka subyek penelitian dan mereka ada conflict of interest.

Tapi bagaimana setelah 10 tahun? Apakah produktivitas tersebut akan tetap bertahan? Ada sebuah perusahaan asing di Indonesia (off the record) yang mencoba untuk menerapkan 1 hari “kerja di rumah” untuk melihat apakah jika 1 hari itu dibebaskan untuk bekerja di mal, dirumah dll. Apakah produktivitasnya akan meningkat. Ternyata tidak, sekarang ini malahan sudah ditiadakan program tersebut.

Di dalam dunia market research, hal seperti ini disebut sebagai systematic error dimana sampling yang dilakukan “mengetahui” dan memiliki kepentingan untuk menggoalkan gagasan tersebut. Atau istilah lain disebut sebagai “Acquiescence Bias”. Dimana orang yang menjadi obyek penelitian kecenderungan akan mengatakan “Ya” untuk kepentingan dirinya.

Banyak juga perusahaan dengan metodologi riset sederhana menggunakan google docs, membuat survey dengan jumlah responden yang sedikit, pembuatan kuesioner yang serampangan dan bias (double barrel bahkan triple barrel question) yang membingungkan. Lalu menganggap bahwa hasil survey itu sahih dan dijadikan patokan untuk menentukan arah perusahaan. Hal ini bisa jadi masalah di kemudian hari.

Nah lalu bagaimana dengan situasi pandemik, kita melakukan WFH (Working From Home) atau WFA (Working From Anywhere) apakah itu artinya ini tidak akan produktif? Menurut saya bisa iya dan bisa tidak. Jika status negara / kotanya lockdown atau jumlah pekerja di office dibatasi, memang mau gak mau supaya produktivitas tetap terjaga Sebagian karyawan yang harus WFH bekerjalah dari rumah. Tapi kalau situasinya memungkin bekerja di office, produktivitas pasti akan lebih baik bekerja di office (fokus bekerja) daripada bekerja di rumah.

Prediksi dan Asumsi itu memang beda tipis, tapi prediksi adalah buah penelitian yang scientifically harusnya dapat dipertanggung jawabkan, sedangkan Asumsi tidak.

Berhati-hatilah jika seseorang membuat sebuah pernyataan tentang prediksi ekonomi, kejadian di masa mendatang dll. Perlu di lihat metodologi penelitian, apakah itu real prediction or it just another assumption atau bahkan itu adalah sebuah propaganda yang memobilisasi dan mengorkestrasi demi tujuan tertentu.

Apakah kesalahan itu hanya terjadi di skala kecil perusahaan, lihat artikel ini: https://www.cnbc.com/2011/05/19/14-spectacularly-wrong-predictions.html Begitu banyak perusahaan besar juga salah dalam membuat prediction. Jadi jangan terburu-buru mengambil kesimpulan sebelum kita menyesal dikemudian hari.

Menjelang tahun baru, biasanya banyak yang menyediakan data prediksi ekonomi di tahun depan, prediksi market, outlook situasi tahun depan. Perhatikan baik-baik, itu sungguh sebuah prediksi atau jangan-jangan itu asumsi yang ngawur.

”Why should we look to the past in order to prepare for the future? Because there is nowhere else to look.” – James Burke

Have a GREAT Day! GC

Previous Post

PRODUK SEMPURNA

Next Post

HARI GURU NASIONAL

Leave a Comment

mahjong ways gacor

situs slot777 online