IWA Blog

SMART

SMART

Happy Birthday SMART FM Jakarta 95.9 FM

Pada zaman dahulu kala, kurang lebih 2.500 tahun yang lalu di Yunani kuno, ada seorang budak yang bernama Aesop. Ia adalah seorang pemuda yang kurus dengan kepala yang agak besar dan lengan yang agak panjang. Ia mempunyai wajah yang putih tetapi sangat ramah.

Ketika Aesop berusia sekitar 20 tahun, tuan yang memilikinya mengalami kesulitan keuangan dan hampir bangkrut. Oleh karenanya, tuan besar tersebut bermaksud untuk menjual budak-budak yang dimilikinya termasuk Aesop.

Maka para budaknya ini pun dibawa oleh Tuan besar tersebut ke pasar budak yang terletak di sebuah kota yang sangat jauh dari tempat tinggal Tuan Besar tersebut. Oleh karena perjalanan yang jauh, maka ada banyak bundelan yang berisi keperluan-keperluan selama perjalanan yang harus dibawa. Ada baju, ada juga beberapa barang yang ingin dijualnya disana.

“Pilihlah bundelan-bundelan yang kalian akan bawa itu” Seru Tuan Besar itu pada para budaknya. “Masing-masing harus bawa satu ya…”

Aesop segera saja memilih bundelan yang paling besar. Para budak yang lainnya mentertawakannya dan berpikir bahwa ia adalah orang yang paling bodoh. Namun Aesop segera saja memanggul bundelan tersebut di pundaknya dan ia memperlihatkan muka “puas” dengan bebannya yang ternyata lebih berat dari bundelan-bundelan lainnya yang berisi pakaian dll.

Namun apa yang terjadi keesokan harinya menjadi berubah. Tawa dari teman-teman budak yang lain tidak terdengar lagi. Setelah mereka mengerti bahwa ternyata bundelan Aesop adalah bundelan berisi makanan mereka. Oleh karena kemarin dalam sehari mereka makan 3 x. Maka bundelan Aesop makin kecil dan terasa jauh lebih ringan. Sementara beban mereka yah masih tetap sama dengan kemarin, hari ini bahkan terasa lebih berat.

Dan sebelum perjalanan berakhir dan tiba ditempat tujuan, Aesop tidak lagi membawa bundelan apa pun juga karena semua isi bundelan tersebut habis dimakan. Dan budak-budak yang lainnya pada mengeluh karena beban mereka terasa kian lama kian bertambah berat. (Ingat: Beban yang sama yang terus dibawa kemana-mana semakin hari akan terasa semakin berat).

“Sang Tuan Besar pun tersenyum, “Aesop adalah budak yang sungguh bijak dan SMART! Orang yang membelinya harus membayarnya dengan harga yang mahal.”

Seorang yang sangat kaya, bernama Xanthus datang ke pasar budak tersebut untuk membeli seorang pelayan. Satu demi satu budak ditanyanya, apa pekerjaan yang ia dapat lakukan. Tentu saja semua budak yang ditanya itu sangat ingin dibeli oleh orang kaya ini dan oleh sebabnya para budak itu membual dan mengutarakan apa saja yang dapat dilakukannya.

Ada yang berkata bahwa ia adalah seorang ahli taman yang sangat terampil, ada yang berkata bahwa ia mampu merawat kuda-kuda pilihan agar menjadi kuda-kuda balap yang hebat dan ada yang berkata bahwa ia sangat mahir memasak makanan yang enak.”

“Dan apa yang dapat kamu lakukan Aesop?” Seru Xanthus kepada Aesop ketika tiba gilirannya untuk interview.

“Nothing! Tidak ada!” seru Aesop.

“Hah? Maksudnya?” kata Xanthus dengan rasa heran.

“Oleh karena semua budak-budak ini sudah melakukan segala sesuatunya, jadinya… tidak ada yang tersisa bagi saya untuk bisa saya lakukan, itulah sebabnya saya katakan tidak ada hal yang saya kerjakan,” kata Aesop yang spontan di sambut dengan tawa Xanthus.

Jawaban ini justru menyenangkan hati si orang kaya tersebut dan ketika ia tau Aesop adalah budak yang harganya paling mahal, Xanthus pun akhirnya mengambilnya dan membawanya pulang ke pulau Samos.

Di pulau Samos ini Aesop, sang budak yang tidak terkenal ini tumbuh menjadi orang bijak dan berani. Ia seringkali membuat kagum pemiliknya serta teman-teman dari tuannya dengan menceritakan dongeng-dongeng yang inspiratif tentang hewan-hewan yang dapat berbicara. Dimana semua dongeng-dongeng ini mengandung arti dan sebuah pembelajaran yang maha dahsyat. Mereka kagum dan heran bagaimana Aesop mampu menciptakan cerita-cerita dahsyat tersebut.

Majikannya begitu terpesona dengan hikmat dan kebijakan dari Aesop. Oleh karenanya ia memberikan kebebasan pada Aesop dan tidak lagi menjadi budaknya. Banyak orang-orang hebat senang memanggilnya sebagai sahabat, dan bahkan sang raja sering meminta nasehatnya dan benar-benar terkagum-kagum dengan fabel-fabel ciptaannya.

Apa yang membuat orang menjadi bijak? Jawabannya adalah PENGALAMAN. PENGALAMAN adalah guru terbaik untuk bisa menjadi bijak.

Apa yang membuat orang menjadi pintar? Jawabannya adalah MASALAH. Karena dari Masalahlah kita belajar untuk menjadi pintar. Sebab itu jika kita selalu mendapat masalah… Berbahagialah karena itu artinya Tuhan sayang pada kita dan ingin menjadikan kita SMART….

”It’s not that I’m so smart, it’s just that I stay with problems longer.” – Albert Einstein

Selamat ulang tahun untuk Smart FM, teruslah menjadi radio yang menginspirasi dan mendidik rakyat Indonesia….

Have a GREAT Day! GC

Leave a Comment

mahjong ways gacor

situs slot777 online