IWA Blog

Filosofi amBA – tiTIK Batik Day

Filosofi amBA – tiTIK Batik Day

Bila dilihat dari sejarah, Kata Batik diperkirakan berasal dari bahasa Jawa amBA tiTIK. Amba berarti lebar, luas atau kain dan Titik yang berarti titik atau “matik” (kata kerja dalam bahasa Jawa yang berarti membuat titik).

Menurut KRT DR HC. Kalinggo Hanggopuro (2002, 1-2) dalam buku Bathik sebagai Busana Tatanan dan Tuntunan menuliskan bahwa, kata batik yang benar seharusnya tidak ditulis dengan kata “Batik” akan tetapi seharusnya ditulis sebagai “Bathik” karena mengacu pada huruf jawa “tha” bukan “ta”.

Tapi apa pun itu… sekararang ini tidak begitu penting lagi. Yang penting adalah Batik itu adalah warisan leluhur kita, sebuah mahakarya yang perlu dilestarikan. Oleh karenanya pada tanggal 02 Oktober 2009, UNESCO menetapkan batik menjadi Masterpieces of the Oral and Intangible Heritage of Humanity.

Sejak ditetapkannya status Batik tersebut oleh UNESCO maka hingga saat ini setiap tanggal 02 Oktober, Bangsa Indonesia merayakannya sebagai hari batik dan setiap orang Indonesia dengan bangga bisa menggunakan batik. Untuk mengingatkan warisan para leluhur dan karya masterpiece yang luar biasa.

FILOSOFI JENIS RAGAM BATIK

Batik Indonesia mempunyai keragaman yang sangat banyak dan sangat bervariasi. Selain itu tiap-tiap batik juga mempunyai arti khusus (Filosofi). Misalnya motif sekar jagad yang berasal dari Yogyakarta, Jawa Tengah. Motif ini menggambarkan kar (peta) jagad (dunia) alias Peta Dunia yang juga menggambarkan KERAGAMAN di seluruh dunia.

Motif Sidomukti Magetan. Motif yang mempunyai gambar dasar bamboo ini mempunyai filosofi sebuah ketenangan lahir dan batin.

Motif Kraton. Motif ini awalnya sangat eksklusif karena hanya Sultan dan keluarganya saja yang boleh menggunakan batik motif ini. Oleh karena batik jenis ini pertama kali di buat oleh puteri-puteri keraton. Namun sekarang ini batik ini boleh digunakan oleh siapa saja. Batik ini mempunyai filosofi “HIDUP”. Saat ini ada 3 jenis yang terkenal: Batik Parang Barong, Batik Parang Rusak dan Batik Udan Liris.

Selain itu karena di Indonesia pada zaman dahulu banyak Kraton, maka ada banyak juga jenis batik Kraton ini. Ada Batik Kraton Jogjakarta yang disebut Grompol yang menyimbolkan kehadiran semua hal yang baik seperti nasib baik, anak dan perkawinan yang harmonis dll.

Batik Kraton Surakarta yang pada zaman dahulu dipengaruhi oleh kultur Hindu biasanya mempunyai simbol-simbol mistis seperti simbol Meru dari gunung atau bumi, simbol Naga dan Lidah api. Beberapa desain tradisional batik kraton Surakarta ini dipakai hanya pada acara-acara penting misalnya adalah Satria Manah dan Semen Rante yang digunakan untuk melamar pengantin.

Selain itu masih ada Batik Pura Mangkunegaraan, Batik Pura Pakualaman, Batik Keraton Cirebon, Batik Keraton Sumenep dll.

Semua jenis-jenis batik yang beratus-ratus jumlahnya ini dari Batik Aceh yang ada simbol Serambi Mekah hingga Batik Papua dengan motif yang ada simbol cendrawasihnya mencerminkan betapa kreatifnya bangsa Indonesia. Dan keragaman ini membedakan satu dengan yang lainnya. Namun tidak ada yang mengklaim bahwa batik yang satu bagus, lalu batik yang lain jelek. Semua Indah dan mempunyai keunikan tertentu.

Batik itu seperti juga bangsa Indonesia yang beragam. Semua mempunyai keunikan tertentu dan semuanya indah.

BAHAN BATIK

Bahan kain pembuat batik juga beragam dari yang paling murah hingga yang paling mahal dengan bahan kain yang terbaik sebagai berikut: ada kain Mori (kapas), kain Katun, kain Paris, kain Serat Nanas dan kain Sutera.

Mengapa bahan tersebut seperti kain Sutera itu menjadi mahal? Karena membuatnya bahan tersebut tidaklah mudah. Diperlukan ketelatenan dan kesabaran untuk membuat serat-serat yang dihasilkan ulat sutera itu menjadi sebuah kain dengan kualitas yang bagus.

Di zaman yang serba instan seperti sekarang ini, kualitas hasil sebuah pekerjaan manusia juga diukur bagaimana sulitnya ia mengerjakan pekerjaan itu, berapa telaten dan berapa sabarnya ia mengerjakan pekerjaan itu. Sebab semua kualitas yang baik itu memang ada harganya.

CARA MENGERJAKAN BATIK

Mau cari yang mudah dan murah? Cari batik yang dicetak atau diprinting. Ini batik yang relatif murah harganya karena bisa diproduksi masal. Dan jika mau yang lebih tradisional cari batik yang distempel. Ini pun relatif masih murah. Tapi … bagi orang yang mengerti, batik itu sesungguhnya adalah sebuah karya seni tingkat tinggi. Sama seperti lukisan, hasil printing dengan hasil lukisan asli seorang pelukis pastilah berbeda harganya, bukankah begitu?

Maka jika kita ingin batik terbaik carilah Batik Tulis yang biasanya juga tidak akan pernah sama dari satu Batik Tulis ke Batik Tulis lainnya. Bisa jadi serupa tapi tidak sama. Karena Batik Tulis ini umumnya dilukis oleh tangan. Ini adalah sebuah karya yang mahal tapi itu wajar karena membuatnya pun bisa berbulan-bulan.

Apalagi jika Batik Tulis ini dikerjakan oleh seniman handal disfabel seperti Ayu Trihandayani yang melukis batik dengan kakinya. Ini adalah sebuah karya yang patut diacungkan jempol dan dihargai. Kisahnya bisa di baca di sini https://regional.kompas.com/read/2018/08/13/20491451/ayu-pembatik-difabel-yang-pernah-bikin-kagum-presiden-sby?

Sebuah karya seni terbaik adalah dikerjakan sendiri oleh seniman/wati nya tanpa memplagiat karya orang. Tidak dengan cara mengcopas karya orang lalu mengubahnya menjadi seolah-olah dia yang mengarang atau membuatnya. Sebab ini mencerminkan kepribadian orang tersebut.

Batik Indonesia memang banyak ditiru oleh bangsa lain di dunia. Tapi karya asli Indonesia ini akan tetap terlihat jauh lebih Indah dari karya Batik negara lain yang “meniru” karya tersebut. Marilah kita terus lestarikan budaya bangsa kita dengan membeli dan memakainya.

”Love is like a batik created from many emotional colors, it is a fabric whose pattern and brightness may vary.” – Diane Ackerman.

Have a GREAT Batik Day! GC

Previous Post

BERSATU Mooncake Festival

Next Post

FOKUS

Leave a Comment

mahjong ways gacor

situs slot777 online